9 Apr 2014

Memaknai Bulan Rajab

Saat ini dalam penanggalan hijriyyah kita telah berada di penghujung bulan jumad attsaniyah 1434. Artinya sebentar lagi kita masuk Rajab

Setelah Rajab, kita berada di Sya'ban dan masuklah Ramadhan. Allahumma barik lana fi Rajab wa sya'ban wa ballighna Ramadhan, amin

Dan sebagai muslim kita tahu bahwa bulan Rajab adalah satu di antara 4 bulan haram yg sakral (yg 3, dzul qo'dah, dzul hijjah, muharram).

Dan arahan dari Nabi, saat bulan haram ini, kita sebagai muslim dianjurkan menghormatinya dan tidak boleh bertengkar

Namun jika diperhatikan (terutama di dunia maya, di aplikasi2 sosmed), kita menemukan sesuatu yg aneh yg selalu berulang tiap tahun

Ironisnya, hal yang "aneh" itu ternyata malah mengusik kesakralan bulan Rajab ini.

Apalagi kalau bukan karena ulah sebagian orang (yg mungkin saking semangatnya berislam) mencoba mengutak atik ritual2 di bulan Rajab.

Sebelumnya kultwit ini tidak hendak menguatkan atau begitu saja menyalahkan pihak manapun. Tapi ingin mendudukkan masalah pd tempatnya

Saat Rajab gini, pasti kita menemukan banyak sekali tulisan2 yg saling bertolak belakang. Dan ujung2nya saling serang. Lagi2 tengkar!

Tulisan pertama banyak mengunggah berbagai macam amalan dengan hadits2 yg cukup asing seputar bulan Rajab. Bahkan ada jg yg palsu.

Amalan cukup umum yg dianjurkan di tulisan pertama ini perihal kesunnahan berpuasa di bulan Rajab.

Tulisan kedua, sebaliknya, langsung begitu saja marah2 dan menyesat2kan yang melakukan bermacam amalan di Rajab, tanpa riset dulu.

Tentu saja yg pro tulisan pertama tidak terima begitu saja amalannya disalah2kan oleh yg pro tulisan kedua.

Tulisan keduapun lagi2 selalu pakai argumen basi. "Ini tidak dilakukan Nabi", "kullu bid'atin dholalah", "man ahdatsa fi amrina"... Dll

Padahal dalil yg mereka pakai untuk menyalahkan yg pertama adalah dalil salah alamat. Jadinya malah ribut.

Yang pertama juga gitu, keukeuh berpegang pada hadits2 wow (yg ada tanggalannya mulai 1-30). Sementara status hadits itu tidak jelas.

Sebenarnya, tidak perlulah tengkar debat kusir seperti itu. Semestinya ingat bahwa ini bulan Rajab, tak elok tengkar2 di Rajab.

Perihal amalan, andai tidak pakai dalil khusus pun sebenarnya tidak masalah, sebab masih cukup banyak dalil umum.

Kayak puasa sunnah, kan bisa kapan saja tanpa harus terikat oleh bulan. Hanya saja jika dilakukan di Rajab, ada nilai plus tersendiri.

Tentu saja nilai plusnya adalah bulan haram itu. So, sangat bagus sekali jika bisa berpuasa sunnah di bulan semisal rajab ini.

Yang tulisan kedua juga begitu, kenapa mesti pakai bid'ah2an segala jika yg berpuasa di bulan rajab itu punya dalil umum?

Dan kenapa juga harus menghalangi orang yang mau berbuat baik dg ditakut2i pakai argumen tdk nyambung "ini tdk dilakukan Nabi"?

So, selama ada dalil umum, tak perlulah melarang2 orang mau beribadah. Lagipula juga sunnah, kamu tdk melakukan pun tidak apa2

Dan bagi yg ingin beramal baik di bulan Rajab, biasakan jg memakai dalil2 yg shahih biar tdak diusili oleh orang2 yg mau ganggu ibadahmu

Maka mumpung Rajab, yg kata Nabi ini bulannya beliau, saatnya berlomba berbuat kebaikan, apapun jenisnya. Fastabiqul khoirot.

Jangan malah bertengkar. Udah nggak dapat pahala, masih diketawain lagi oleh mereka yg ingin kita pecah dalam hal apapun.

Mari istighfar sejenak bersama, menyambut datangnya bulan istighfar, bulan rajab... Astaghfirullah al-adzim

Tiga Pokok Ajaran Tasawwuf

Baca Juga:
- "Benarkah Tasawwuf Dan Sufi Merupakan Aliran Yang Sesat?" ==> http://chirpstory.com/li/76445
- "Diskusi Pemahaman Tasawwuf Dan Sufism" ==> http://chirpstory.com/li/77847
- "Jawaban Rasulullah Soal Ihsan Dan Tasawwuf Bagian Dari Ihsan" ==> http://chirpstory.com/li/77853
- "Menyayangkan Sempitnya Pemahaman Orang-Orang Mengenai Tasawwuf" ==> http://chirpstory.com/li/79995
- "Tasawwuf Dan Pemahaman Yang Sebenarnya" ==> http://chirpstory.com/li/166415
http://twitpic.com/adiucb

*Copas link pada address bar lalu tekan enter.

Tanya Jawab Zakat (As-ilah Italiyyah)

Di antara hal terbaik yg bisa dilakukan di pagi hari seperti ini adl sedekah, meski sedekah sebutir permen atau sumbang kotak amal Rp.1000

Dalam sebuah hadits shahih, tiap matahari terbit selalu diiringi oleh dua malaikat yg mendoakan orang yg mau bersedekah dan yg enggan.

Malaikat pertama berdoa, "Allahumma a'thi munfiqon kholafa", Ya Allah berilah orang ganti (berlipat ganda) bagi orang yg mau berderma.

Malaikat kedua berdoa jg, tp seram, "Allahumma a'thi mumsikan talafa", Ya Allah lenyapkan harta orang2 pelit

Moga bisa sedikit mendermakan sebagian kepunyaan kita, meski hanya remahan biskuit marie pada segerombolan semut di sudut rumah kita..

Selamat memulai hari dg indah :) dg berbagi kebahagiaan bersama..

Tugas kita memberi, malas tu urusan mereka @syukron_z: Gus skrg banyak pengemis tapi cukup tp malas. Apa kita masih ttp harus bersedekah?

Lagipula bersedekah tu bisa kpd siapa saja,tdk cuma miskin @syukron_z: Apa kita masih ttp harus bersedekah? Ato hanya kepada yg bnr2 miskin?

Nah kalau zakat baru terbatas siapa penerimanya, hanya grup 8, salah satunya orang miskin @syukron_z

Sedekah plus kasih sayang @amashariska: Itu masuk kategori sedekah ya atau kasih sayang ?

Soal orang miskin yang semakin malas nah ini urusannya Menkokesra, bukan urusan kita :D @syukron_z

@awyyyyy kang Ustadz,yg msh mengganjal si aku saat ini soal zakat maal dan zakat pnghasilan.aku sdh bc,tanya,namun mngkin pnjlsan mreka ssh

@awyyyyy u/ kupahami.slama ini jdnya aku itung global 2.5% dr untung usahaku,itu yg kubw ke masjid saat puasa sbg zakat maal.mohon bntu aku

@awyyyyy maaf loncat ke sini reply nya spy ga ke suspend otomatis. Apakah zakat maal & pnghasilan itu sm kang ust? Gmn cr nentyun harta diam

@awyyyyy dan bergeraknya? Mohon bl prlu studi kasusnya lngsung ke aku aj.Dirimy tanya blak2an brp nominal pnghslanku,biar ga ada hak org yg

@awyyyyy terbawa dlm uangku kang.jd itu jg yg aku sampaikan ke matteo.diapun akhirnya tiap dpt bayaran krja,lngsung potong 2.5%.mhon bntu ya

@awyyyyy @syukron_z bhkn kpd non muslim yg fakir pun blh bersedekah bnr kan kang Ustad?Apabila tetangga non muslim kita tajir,blh ksh hadiah

Iya, boleh @nieke_aereta: @syukron_z bhkn kpd non muslim yg fakir pun blh bersedekah bnr kan kang Ustad?

Dahulukan mana yg lebih membutuhkan @_zheto: gus, mana yg lbh utama, sedekah ke ortu atau guru?

Perihal zakat, ada dua, zakat fitrah (yg diberikan pada ramadhan berupa bahan makanan pokok), dan zakat maal (harta) @nieke_aereta

Zakat maal ada beberapa jenis harta dan usaha yg wajib dizakati, salah satunya penghasilan (semisal gaji profesi) @nieke_aereta

Cara mengeluarkan zakat untuk penghasilan ini ada dua, saat mendapatkan, atau dijumlah dlm setahun @nieke_aereta

Minimal penghasilan yg didapat dan yg telah wajib mengeluarkan zakat adl jika sampai senilai kurs 90 gram emas @nieke_aereta

Dan yg dikeluarkan adl 2,5% setelah menyisihkan untuk kebutuhan dan beberapa hal berikut: - nafkah sehari2 -bayar hutang @nieke_aereta

- gaji karyawan - barang2 tetap (inventaris) semisal rumah, rak toko, perabot rumah tangga, mobil, wadah dan alat2 dsb @nieke_aereta

Nah sisa dari itu semua, jika sampai senilai 90 gram emas (berapa juta kira2 harga 90 gr emas?) nah ambil 2,5% buat zakat @nieke_aereta

Perihal waktunya bisa kapan saja, yg penting sampai nishob (batas minimal), dan jika dagangan plus haul (setahun) @nieke_aereta

Semua penghasilan dihitung total, lalu disisihkan hal2 tdi (terutama kebutuhan pokok) setelah itu baru dikeluarkan zakatnya @allunamaharani

Dalam penghasilan yg didapat @ihya__: @awyyyyy @nieke_aereta 90 gram kurs emas dalam setahun ya Mas?"

Nggak bisa @muizkhariry: Kalau pajak pendapatan yg diserahkan negara diniati untuk zakat maal, boleh ndak gus? @nieke_aereta

Kalau jatuh dibawah nishob, nggak kena.. Tapi kalau aku lebih suka pilih yg pas ketika dapat, lebih aman @allunamaharani

Jadi saat dapat langsung disisihkan dulu 2,5% buat zakat, tanpa melihat dulu kebutuhan2 dll.. Ini paling aman @allunamaharani

Nah ini jawaban, berarti ortu dulu @transulawesi: Ibda' biman ta'ulu @_zheto: gus, mana yg lbh utama, sedekah ke ortu atau guru?"

@awyyyyy ya Allah mas,blenger aku ga mudeng.oke kl batasan emas, tarolah 1gr 500rb, berarti 40-50juta wajib zakat maal ya.nah itu mslh mobil

@awyyyyy rak toko perabot rmh tangga itu aku ra mudeng Kang Ustad.pokoknya aku ga punya tokoi, tp aku punya usaha,aku punya emas diem yg gak

@awyyyyy kupake kang,aku jg ada mobil yg ga kupake,itu jg kah dihitung?slama ini pnghasilanku sblm kupotong kbutuhan hari2 langsung kupotong

@awyyyyy ga pp ya kang kl pun hitungannya lebih tnpa memotong kbutuhanku dl.aku bayar stiap ramadhan,jd zakat maal/zakat pnghasilan tuh sm?
nieke_aereta 13/May/2013 08:10:55 PM PDT

@awyyyyy thn lalu aku jg serahkan sndiri on the spot cari fakir miskin,stengahnya ke masjid.ga pp ya kang Ustad?pokoe aku ga punya rentalan.

@nieke_aereta mobil nggak masuk hitungan, kalau emas yg diem itu masuk hitungan, dizakati tiap tahun sekali (tentu jika sampai nishob)

@nieke_aereta ya, baiknya gt, jadi penghasilan langsung dipotong duluan buat zakat.

@awyyyyy berarti jika misal keuntunganku setaun 50-100juta wajib zakat ya Kang Ustad?emas itu zakat berbeda atau masuk kesitu?2.5%juga kah?

@nieke_aereta zakat penghasilan masuk bagian zakat mal.. Tapi beda ama zakat fitrah.. Dan tak masalah diberikan saat ramadhan

Kalau 50-100 juta tentu udah wajib (setahuku minimal 3 jutaan udah wajib). Yg emas tadi menyendiri dan 2,5% jg @nieke_aereta

@awyyyyy iya kang, masjid komplek yg ad tulisannya terima zakat maal.Alhamdulillah kl gitu..1 lg kang..anakku kan sering jg diksh uang sm

@awyyyyy neneknya,kbiasaan disini spt itu.aku tabungkan dia (tnp mikirin dan gak trtarik sm bunga.bunga ku cuekin ga kuambil),nah skr anggap

@awyyyyy tabungan anakku slama hmpir 2thn ini sdh ad 50jt (akumulatif),aku kluarkan 2.5% u/ zakat maalnya. Salah kah kang Ustadz?

Nggak salah, udah bener, tapi bunga jangan dimasukkan, dan ambil tapi alokasikan buat kemaslahatan umum misal renovasi jalan @nieke_aereta

@awyyyyy oh jd uang zakat emasku ga bs digabungin kang? Atau uangnya blh dijadikan 1 ktika diserahkan ke panitia?atau terpisah antara maal?

Dikeluarkan sendiri2 (penghasilan sendiri, emas sendiri) ntar jumlahnya bisa diserahkan panitia atau langsung on spot @nieke_aereta

@awyyyyy dan jumlah emas diam td ada batasannya kang Ustad? Atau brapapun yg kita miliki dlm diam tetap wajib dizakatkan? Masha Allah nuhun.

Ada, 90 gram @nieke_aereta: dan jumlah emas diam td ada batasannya kang Ustad?Atau brapapun yg kita miliki dlm diam tetap wajib dizakatkan?

@awyyyyy masha Allah jls kang. Oke bunga kupikir kubiarkan menggunung.baiklah kang.1 lg soal emas kang,aku sdh paham,jls 2.5% nya berbeda sm

@awyyyyy zakat keuntungan usahaku.cm mksudku boleh kan dikumpulkan akumulatif dgn zakat tsb dan diserahkan jd 1 dlm amplop kang Ustadz?

Yup, boleh @nieke_aereta: cm mksudku boleh kan dikumpulkan akumulatif dgn zakat tsb dan diserahkan jd 1 dlm amplop kang Ustadz?

@awyyyyy kl emasku total di bawah 90 gram td ga wajib kn zakat ya kang Ustad? Tp kl aku tetep mau zakatkan di masukin skalian ga pp kan?

Nggak wajib, kalau tetep pengen dizakati jatuhnya sedekah @nieke_aereta: kl emasku total di bawah 90 gram td g wajib kn zakat ya kang Ustad?

Masih, soalnya fitrah tu zakat fisik @devnix: ustadz tanya, kalau sudah zakat mal, apa masih perlu zakat fitrah berupa beras? syukron.

Bisa dibagi2 @devnix: syukron ustadz, tanya lagi boleh ya :), untuk penyampaian zakat mal, itu bisa dibagi-bagi atau harus jadi satu ya?

@awyyyyy trakhir kang,misal keuntungan/pndapatan lg anjlok 50jt/pertahun.layaknya kan 1.250.000 kl 2.5%nya..nah misalnya aku slalu buat flat

@awyyyyy slama ini sih yg aku serahkan ke masjid 2.5-3jt u/ zakat maal.nah thn dpnnya misal untung 50jt lg,tp uang ditabungan misalnya ada

@awyyyyy 150jt totalnya,aku ga hitung 2.5% dr 50juta itu kang Ustad, tp dr total uangku.pdh sdh terzakat taun lalu ya? Atau bnr spt itu?

@awyyyyy atau zakat dr yg 50jt saja, sisa totalnya tak wajib? Tp kl tertotal kmbalipun ga mslh ya kang, jd sedekah ya kang ustadz?

Kalau di model tiap tahun, maka diambil dari total uang yg dimiliki mbak @nieke_aereta

Aqidah Asy'ariyyah

Hari ini tadi ada pertanyaan cukup menarik yg sekaligus menginspirasiku untuk kultwit ini: Apakah aqidah asy'ariyyah itu ahlussunnah?

Terus terang, saat ini mayoritas generasi muda ummat Islam tidak tahu apa itu madzhab teologi beraliran asy'ariyyah.

Tidak juga mereka tahu siapa saja sih para tokoh penting madzhab asy'ariyyah? Apalagi cara berpikir mereka dalam teologi.

Bahkan sebagian kelompok (dengan kebodohannya) malah menyatakan bahwa Asy'ariyyah adalah kelompok sesat yg keluar dari agama!

Ketidaktahuan soal apa dan sebenarnya aqidah asy'ariyyah ini yg menyebabkan terpecah belahnya ahlussunnah wal jamaah.

Sebab bagaimana bisa bahwa golongan asy'ariyyah yg merupakan aqidah mayoritas ummat ini (meski tidak disadari) dianggap golongan sesat?

Asy'ariyyah adalah salah satu madzhab mayoritas dalam aqidah yg dianut oleh ummat islam sedunia yg jumlahnya hampir 1 milyar 300 juta

Madzhab teologi kedua yg diikuti oleh ummat setelah asya'ariyyah adalah maturidiyyah. Selain itu aliran2 minoritas yg nyeleneh

Di antara aliran teologi yg nyeleneh itu adalah yg beranggapan bahwa Allah berfisik. Kelompok ini yg gigih menyesatkan asy'ariyyah.

Secara sederhana aku simpulkan bahwa pemikiran aqidah asy'ariyyah dalam aqidah berkisar pada pembicaraan soal sifat2 Allah.

Bagaimana mensikapinya? Nah madzhab asy'ariyyah memberikan dua opsi: (1) tafwidh (2) ta'wil. Akan aku jelaskan nantinya insya Allah.

Tafwidh sendiri adalah cara memaknakan sifat2 Allah seperti yg dikehendaki Allah, mudahnya adl sikap bahwa Allah lebih tahu.

Sedangkan ta'wil adalah menginterpretasikan sifat Allah dg makna lain yg sesuai dg keagungan Allah. Semisal tangan dg kekuasaan.

Dua aliran lain yg nyeleneh dan melenceng adalah tajsim, yg menyatakan Allah berfisik seperti makhluk, pemikiran teologi salafi!

Tentu saja hal ini berbahaya bagi aqidah sebab secara tak sadar memberhalakan Allah meski dalam imajinasi.

Pemikiran satunya lagi adalah ta'thil yg menyatakan bahwa ayat2/hadits2 sifat Allah itu tak bermakna apapun.

Nah aqidah yg benar sekaligus aqidah mayoritas ummat ini adalah seperti yg diusung oleh madzhab asy'ariyyah dan maturidiyyah

Para tokoh madzhab asy'ari sendiri adalah para ulama besar ummat Islam baik di barat maupun di timur.

Secara korelasi madzhab fiqih dan aqidah, pengikut madzhab syafi'i aqidahnya asy'ari, madzhab hanafi aqidahnya maturidi.

Madzhab Maliki mayoritas asy'ari sebagian maturidi. Adapun madzhab hambali agak berbeda, ada yg asy'ari dan ada yg teruji sebagai tajsim

Sampel dari tokoh2 besar madzhab Asy'ari adalah Imam Ibn Hajar al-asqolani, penulis fathul bari, rujukan utama ummat sedunia sejak dulu.

Begitu pula Imam Nawawi, imam al-Qurtubi, ibn Hajar al-haitamy, Syaikhul Islam Zakaria al-anshori, al-Qusthullani, al-baqillani, dll

Kalau mau disebut semua nggak muat twitter ini. Nah jika mereka, tokoh2 raksasa itu dicap sesat, lantas bagaimana ummat ini?

Anehnya lagi, mereka dicap sesat tetapi tulisan2 mereka selalu dijadikan rujukan utama. Cara berpikir yg ganjil dan kontradiktif

Ibnu taimiyyah dalam fatawa-nya berkomentar bahwa tokoh2 madzhab asy'ari adalah para pendekar teologi pembela islam (lihat juz 4 hal 16)

Jadi harus diketahui dg baik bahwa madzhab asy'ari adalah madzhab inti dalam ahlussunnah wal jamaah dan madzhab yg dianut mayoritas umat

Oh ya, bagi yg ngefans sama Sultan Muhammad al-Fatih yg menaklukkan Konstantinopel, ibu kota Romawi Byzantium, dan penggemar khilafah

Tahu tidak bagaimana data statistik pasukan legendaris bersejarah itu yg dikatakan oleh Nabi sebagai tentara terbaik dg panglima terbaik

Bahwa seluruh tentara Muhammad Fatih adalah gabungan dari penganut 4 madzhab dan seluruhnya beraqidah asy'ari dan maturidi.

Jadi bagaimana mungkin mereka yg dibilang oleh tanabbu-at (kabar masa depan) Nabi sebagai tentara terbaik tpi aqidahnya sesat?

Maka, ketahui dahulu dg baik seperti apa dan siapa itu penganut madzhab asy'ari. Jangan cepat2 menjudge sesat apalagi kafir.

Karena jika menyesatkan mereka artinya sama dengan menyesatkan mayoritas ummat sepanjang masa. Emang surga mau dikapling sendiri?

Selamat malam tweeps, semoga mencerahkan dan menambah ilmu. Semoga kita termasuk dlm golongan yg selamat (firqoh najiyah), amin

Siapakah Assawad al-A'dzom?

Ummat Islam ini tidak mungkin bisa disatukan, tetapi bisa diselaraskan.

Ummatan wahidah (ummat yg satu) memang iya, tetapi wihdatul ummah (kesatuan ummat) sesuatu yg tidak mungkin. Menunggu Mahdi.

Maka perpecahan ummat ini sebenarnya kepastian. Sebab Allah Ta'ala Menghendaki hal ini, dan Nabi telah menerima pemberitahuan soal hal ini

Yang bisa kita lakukan adalah bukan menghilangkan perpecahan itu, tetapi meminimalisirnya.

Dan arahan Nabi soal ini adalah ikuti kelompok mayoritas dan hindari kelompok minoritas yg selalu punya ciri khas mengajak pada perpecahan

Kelompok minoritas di manapun (dg berbagai jenis pemikiran atau ideologi apapun) selalu mempunyai ciri menyalahkan yg mayoritas

Dan ciri lain mereka dalam menyalahkan adalah selalu dg cara yang tidak pernah santun... Dan jauh dari adab.

Alaikum bis sawad al-a'dzom... Ikuti kelompok mayoritas... Saat ini kelompok mayoritas ini mempunyai ciri khas yg sama di manapun.

Dan ciri khas kelompok mayoritas ini berbentuk perayaan maulid pada momen kelahiran Nabi yg mereka cintai dan kegemaran mereka ziarah kubur

Fakta yg tidak bisa ditolak dan dipungkiri.. Ikuti kelompok mayoritas jika ingin selamat, jangan terpukau dg kata2 manis minoritas

Meski mereka pakai dalil apapun,sebab pada faktanya segenap dalil kelompok2 minoritas slalu mengalami kontradiksi dg perilaku mereka sendiri

Sementara dalil2 suci dalam al-Qur'an dan Assunnah tdk pernah mengalami kontradiksi apapun baik dg logika atau dg kenyataan mayoritas yg ada

Mungkin ada yg bertanya, kenapa ummat ini dikehendaki tidak bersatu? Bahkan saling bunuh? Jawabannya sederhana: sebagai ladang amal.

Sebagai sarana untuk berlomba mengajak kepada kebaikan dan memberikan tantangan pada ummat untuk berbuat yg terbaik.

Nabi pernah berdoa kepada Allah meminta 3 hal; 2 dikabulkan dan 1 tidak. Yg tidak dikabulkan adl saat meminta agar ummatnya tdk pecah belah

Juga sebagai hikmah ilahiyyah untuk menentukan peringkat kita di surga nanti. Karena surga bertingkat2. Ditempati sesuai amal masing2..

Makanya kemarin aku katakan bahwa ummat ini bisa bersatu jika maulid Nabinya sendiri tidak lagi diributkan.

Selama segala hal tentang Nabinya (apa saja) masih ada yg meributkan, maka jangan pernah berharap ummat ini bersatu. Inti utama pada Nabi

Maka sejatinya kelompok2 minoritas dalam tubuh ummat ini adalah masalah, meski mereka mempropagandakan dirinya sebagai solusi...

Catatan, konteks minoritas dan mayoritas ummat ini bukan skala negara. Tetapi skala ummat berjumlah 1 milyar 300 juta. Secara global

Dan kelompok mayoritas ummat ini adalah mereka yg cinta damai, ketenangan dan tidak suka bakar2, rusak2 apalagi bunuh2 dan bom2an

Kelompok mayoritas ummat ini juga yg selalu berjalan lurus saja, tidak suka mengangkat tulisan2 yg potensi fitnah dan polemik.

1 Feb 2014

Konfirmasi Atas Informasi

Bisa dibilang, bahwa kesalahan umum yg banyak dialami bangsa ini adl terlalu cepat bereaksi atas suatu informasi tanpa cek kevalidannya

Sehingga akhirnya yg terjadi tentu saja kekacauan (jika informasinya negatif) dan kekaguman berlebihan (jika informasinya positif).

Kalau positif sih mending, keadaan pasti aman terkendali. Kalau negatif? Pasti yg trjadi adl fitnah bahkan bisa berlarut & berkepanjangan

Padahal arahan syariah semestinya saat kita menerima suatu informasi, apapun itu, kita jangan seketika itu berkomentar. Apalagi reaksi

Kita harus memastikan validitas kabar itu, dari mana, siapa yg bawa, agar kita tidak terjebak pada hal2 yg nantinya membuat sesal saja

Kaidah kehidupan terbesar dan paling dasar soal itu adalah tentu saja Al-Qur'an 49:6

Bahwa jika ada suatu informasi datang kepadamu, pastikan kebenarannya terlebih dahulu.Siapapun yg bawa. Apalagi kalau yg bawa orang fasiq

Kekacauan dan pertengkaran yg sering kita lihat di sosmed juga dunia nyata saat ini adalah disebabkan cepatnya respon dan reaksi itu

Belum lagi memang di sana ada pihak yg ingin memancing keributan dg sengaja mensetting kekacauan itu (faudho khollaqoh).

Padahal segala kekacauan jika tidak jelas mana yg benar dan mana yg salah, dua kelompok saling tuding, itu artinya terjadi fitnah.

Dan sikap terbaik kita saat terjadi fitnah (sebagaimana yg diajarkan syariah) adalah menepi.. Cukup jadi penonton.

Karena fitnah itu tidak pandang bulu, memakan siapa saja, yg paling sholeh dan yg paling preman sekaligus

Dalam peribahasa Arab dikatakan bahwa "Al-khobar kal ghubar", berita/informasi itu seperti debu.

Nah filosofinya, jika debu itu tertiup angin dan masuk mata, maka pasti membuat kelilipan, atau masuk hidung pasti membuat alergi

Artinya, kabar/informasi yg tidak jelas itu pasti mengganggu.

Dalam suatu hadits dikatakan bahwa kehancuran ummat ini ada pada 3 hal: meributkan takdir, fanatisme buta dan ...

. ... Tidak memastikan kebenaran dalam memforward suatu informasi/berita (adamut tatsabbut fir riwayah)

Sebab ketiga hal tadi sangat jelas sekali ujungnya menimbulkan pertikaian. Masih untung kalau cuma adu mulut, kalau bunuh2an?

Maka tentu dalam hal ini yg kita harus hati2 dalam bersikap adalah media. Apalagi jika sudah bersangkut paut dengan politik.

Ada jg hal lain yg kita mesti ekstra hati2, infotainment. Terutama jika topik beritanya adl perselingkuhan. Usahakan jaga mulut di sini.

Karena jika tidak berhati2, justru seseorang bisa terjebak dlm beberapa dosa besar sekaligus. Tanpa ia sadari. Tahu2 rekening dosa penuh

Pertama, ghibah (nggosip). Oke mungkin kita berdalih tdk terlibat pembicaraan on air. Tapi dg mendengar saja sudah tercatat dosa.

Kedua, yg rawan, jika perselingkuhan itu gosipnya mengarah ke perzinahan, sementara pemirsa langsung menjudge dan mengolok2 pelaku

Kalaupun bener zina, apa hak dia mengolok pelaku zina itu? Bahkan Nabi mewarning, jika seseorang mengolok saudaranya yg melakukan dosa..

 ..maka dia tidak akan mati sampai melakukan dosa itu sendiri. Nah kan? Hukum karma yg seram.

Dan kalau ternyata dia tidak terbukti zina, maka si komentator ini terjebak dalam Qodhf, menuduh orang yg tidak zina dg berzina.

Dan Qodhf sendiri adalah satu di antara 7 daftar dosa besar yang menghancurkan pelaku sekaligus seluruh amalnya.

Dalam hukum pidana syariah, semestinya orang yg melakukan Qodhf ini digebug 80x

Jika dipikir2, banyak bencana dan kekacauan yg dialami bangsa kita ini bisa jadi dari dosa kolektif semacam ini.

Bersumber dari ketiadaan ricek atas akurasi suatu informasi. Apalagi kalau informasinya sengaja dipotong sana-sini. Pemlintiran berita.

Bagi yg mempelajari Fiqh Tahawwulat (ilmu syariaj yg mempelajari dan menganalisa tanda2 zaman), fenomena ini masuk kategori..

 .. Alamat Qiyamah Sughro, atau tanda umum dekatnya hari kehancuran. Istilahnya "al-Lakhbathoh fil i'lam", kekacauan informasi.

Akhirnya, sikap terpenting yg harus kita lakukan dalam keseharian kita adalah memastikan terlebih dulu kebenaran suatu informasi.

Pelajari baik2 satu persatu, jangan cepat merespon atau bereaksi sementara objek/informasi yg kita terima tak sepenuhnya dipahami.

Akhir twit, kata temanku, "berita2 tu ndak ada yg bener, hoax semua,yg bener cuma berita olahraga doang, 1-0 ya 1-0, nggak mungkin 10-0"

Membahas Soal Ijma, Jumhur Dan Pendapat Mayoritas

Beberapa kali dalam kultwitku aku membahas suatu topik sembari menyebut kata "Mayoritas".

Semisal suara mayoritas (voice majority, Jumhur) kala membahas madzhab fiqih, atau kelompok mayoritas (assawad al-a'dzom) soal tasawwuf

Yg membuatku sedikit terkejut adalah pernyataan bahwa "mayoritas belum tentu benar", atau "suara mayoritas tidak mewakili kebenaran".

Kalimat ini, bisa jadi benar. Namun bagi pemerhati bahasa,kalimat ini masih sangat nisbi sekali,jadi harus dijelaskan mayoritas yg gmana?

Sebelumnya yg harus tweep ketahui, jika aku sebut kata mayoritas (yg aku nukilkan dari referensi2 valid), maka harus dipaham bahwa...

...mayoritas di sini adalah mayoritas ummat ini secara global sedunia, bukan mayoritas di suatu negara saja, atau mayoritas ummat lain.

Maka kata "mayoritas belum tentu benar", atau "suara mayoritas (ummat islam sedunia) belum tentu benar", jika digunakan sbagai argumen..

 ... Untuk menyalahkan mayoritas dalam ummat ini (secara global), maka tentu saja salah dan tidak benar.

Karena suara mayoritas ummat ini telah mendapatkan jaminan perlindungan dari syariat (hasonah/ishmah syar'iyyah)

Dan itu terdapat dalam Qur'an 4:115 dan hadits Nabi yg berbunyi "laa tajtami'u ummati ala dholalah". (HR. Tirmidzy).

Bahwa mayoritas ummatku tidak akan berkumpul dalam kesesatan. Di hadits lain ada tambahan, Yadullah ma'al jamaah..

Bahwa perlindungan dan rahmat Allah terdapat dalam kebersamaan. Makanya di hadits lain Nabi bilang "alaikum bis sawad al-a'dzom".

Arti bebasnya, ikut kelompok mayoritas dalam ummat ini, jangan yg minoritas, dilempar ke neraka nanti (man syaddza syuddza fin nar)

Maka jika ada kelompok minoritas (yg kecenderungannya selalu membuat pecah, suka geger, suka menyalahkan), apapun jenis minoritas itu..

 ..menggunakan argumen "mayoritas belum tentu benar", untuk menyalahkan kelompok mayoritas dalam ummat ini...

 ...artinya dia melakukan kesalahan dalam beberapa hal sekaligus; pertama dia menabrak ayat dan hadits yg menjamin suara mayoritas ummat

Kedua, jelas sekali bahwa banyak hadits2 dan ayat penting yg tidak dipahami dg baik olehnya (gitu ngajaknya kembali ke qur'an & sunnah)

Ketiga, sangat jelas dia tidak paham Ushul fiqh (khususnya bab Ijma'), dan jelas sekali dia tidak paham ilmu Fiqh Tahawwulat

Maka tentu saja jika argumen itu digunakan untuk menjegal dalil2 mayoritas, sejak awal telah tertolak secara ilmiah.

Sayangnya argumen2 palsu ini (termasuk argumen "ini tidak dilakukan Nabi") begitu gencar diracunkan pada tatacara berpikir ummat.

Akhirnya tentu yg timbul adalah perpecahan dan kekacauan, belum lagi dalil salah tempat yg mereka pakai semisal hadits "Ghuroba' "..

Gimana tweeps? Sangat teknis sekali ya? Tapi ini harus dipahami dg baik sebab banyak hal2 pemicu keraguan yg saat ini ditebar di mana2

Maka perisai dan senjata ilmu adalah segalanya. Atau kalau tidak punya, ikuti saja ulama2/kyai tua di tempatmu..

Mereka itu dari generasi yg masih belum ada kekacaubalauan informasi seperti saat ini. Meski dibilang jadul, paling selamat ikut mereka.

Moga mencerahkan... Selamat malam..

Mengenang Mbah Surip (Sebuah Dialog Imanjiner)

Suatu hari, pada Agustus 2009, seseorang tampak bersedih atas kematian seniman yang sedang naik daun, musiknya sedang booming di mana2

apalagi yang judulnya "Tak Gendong Ke Mana-Mana".

Namun kesedihan itu sedikit terusik ketika seseorang melihatnya dan mempertanyakan hal yang sedang disedihkannya itu.

"Kamu sedih ya atas matinya Mbah Surip?" Tanya orang yang baru datang tadi. "Iya." Jawabnya

"Bagaimana kamu bersedih atas orang yang hidupnya selalu berkubang dalam dosa, pergaulannya kayak gitu?" Kejar orang tadi.

Sejenak dia terdiam lalu menjawab, "Suatu hari saat Nabi sedang berbincang dg sahabatnya, tiba2 ada serombongan pengusung jenazah lewat..

. ..Nabi segera berdiri menghormati jenazah itu. Sementara para sahabat tetap duduk sambil bilang, "Ya Rasul, itu jenazahnya orang Yahudi."

Rasul membalas, "Bukannya dia manusia?". Nah, aku jawab pertanyaanmu, bukankah Mbah Surip juga manusia?"

" Kamu tahu nggak? Mereka itu, para artis itu, seniman itu, semuanya ke Neraka!" Kata orang tadi ketus.

" Hah? A'udzubillah, apakah kamu sudah berani berkata mendahului Allah? Apa kamu tidak tahu Rasul pernah bercerita...

. .. bahwa konon ada orang bilang: Demi Allah, Allah tidak akan Mengampuni orang itu!" Kemudian Allah Membalas: ...

" Siapa yang berani bersumpah mendahului-Ku bahwa aku tidak akan Memaafkan seseorang, maka -ketahui- bahwa Aku telah ampuni orang itu..

... dan Aku gugurkan semua pahala amalmu!". Hati-hati dengan kata-katamu yang bisa menggugurkan pahala amalmu sendiri."

"Bagaimana mungkin Allah Mengampuni orang seperti mereka yang sudah tersesat masih menyesatkan lagi?" Masih saja dia bersikukuh.

" Allah Mengampuni siapapun Yang dikehendaki-Nya, Dia Kuasa atas segala sesuatu, Dia Maha Pengampun Penyayang Pengasih...

. ... Melakukan apapun yang dikehendaki. Lagipula kamu apa tahu dan apa bersama dia saat dia terbaring sakit? Siapa tahu dia bertaubat...

 ... yang justru karena taubat itu dosanya diampuni Allah semua. Siapa tahu juga dia diam-diam punya perbuatan baik...

 .. yang bisa menolongnya di alam baka sana. Kamu tahu kan bgaimana kisah seorang PSK yg dosanya diampuni Allah sbb mmberi minum anjing?"

"Ah, kamu ini, sudah, cukup, nanti semua orang bisa saja seenaknya bilang kalau mereka melakukan dosa dan Allah Maha Pengampun."

"Siapa yg bilang gitu,kita mesti mmbedakan antara interaksi seorang pendosa dg Tuhannya, & interaksi seorang pendosa dg manusia lainnya.

. .. Seorang pendosa sudah semestinya mencela dirinya sendiri dan menyesali perbuatannya sepanjang waktu,..

adapun sikap orang lain terhadap orang yang berbuat dosa adalah mengasihani, mendekati, memberi perhatian agar dia sadar dari salahnya..

 .. Bukan malah mencelanya. Seperti halnya Nabi tetap berinteraksi sosial dengan orang-orang yang salah dan banyak dosa..

bukankah pernah datang pada beliau seorang pemabuk, lantas ada sahabat yang melaknatnya, apa yang dibilang Nabi?

"Jangan laknat dia, sesungguhnya dia Cinta Allah, Cinta Nabi-Nya". Nah bgaimana Nabi bisa bilang pemabuk itu Cinta Allah, Cinta beliau?

 .. Coba renungkan, ambil hikmah dibalik sikap Nabi itu. Jangan hanya mencontoh beliau dalam soal merawat jenggot sama pakai jubah saja..

 .. tapi contoh juga bagaimana kasih sayang beliau, akhlak beliau, dan bagaimana cara beliau berinteraksi dengan makhluk Allah." Urainya

" Loh, kamu menghina jenggot saya ya?" si pengkritik tadi nampaknya tersinggung dg kata jenggot

" Siapa yg hina jenggotmu? Jangan sampai kita menghina sunnah Nabi. Tapi aku bilang, semestinya kamu mengikuti Nabi dlm keseluruhannya..

 ... tidak cuma penampilan saja, jenggot, bawahan cingkrang, sehingga malah membuatmu lupa dari hal-hal batin".

" Memelihara jenggot itu wajib, bukan sunnah!" orang itu tampaknya marah, topiknya udah beralih.

" Mas, aku tahu ia wajib, dan meski seperti itu tema bahasan kita saat ini bukan jenggot, tapi lebih dari itu."..

"Kamu kira dalam syariat ini ada hal sekunder yang tidak penting ya?!" Orang tadi semakin muntab.

" Laa haula wa laa quwwata illa billah, kayaknya Mas ini memang nggak ingin diskusi ya? Maunya debat dan tengkar melulu...

.. Maaf, aku undur diri dulu, tampak jelas sekali perbedaan prioritas prinsip masing-masing dari kita. Sampai jumpa di waktu mendatang".

" Justru saya yang semestinya pamit, nggak pantas saya berbicara dengan orang berdagu plontos kayak kamu ini!" Balas orang tadi ketus.

"Oke, Jazakumullah." Dan percakapan itu berakhir begitu saja.

[ Dialog fiktif ] ... Ya Allah, ampuni seluruh kaum muslimin dan muslimat, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang ...

Menyayangkan Sempitnya Pandangan Soal Tasawwuf

Memang kalau bicara fiqh terus, otak bisa kaku... Dan hawanya memang panas... Maka mengimbangi fiqh dg tasawwuf adalah suatu kepastian

Hanya sayang sebab gencarnya informasi salah dari pengacau2 itu hingga banyak sekali saat ini orang mngalami kesalahan dlm memahami tasawwuf

Dikiranya tasawwuf adalah ajaran sesat, gara2 membaca tulisan dari tukang2 ngarang yg bahkan pengertian global tasawwuf sendiri tdk mengerti

Itupun saat diberitahu begini lho sebenernya tasawwuf, dari sumber dan data yg valid, tetap bersikukuh mengingkari.

Maka jika sudah seperti itu (ketiadaan objektivitas) maka pemberian pemahaman apapun soal tasawwuf tak akan masuk ke otak beku orang itu

Sebenarnya inti permasalah itu satu, sebab pada dasarnya khilafnya itu khilaf syakli.. Lagi2 terbelenggu istilah.

Sementara orang yg masih mbulet di istilah, perumpamaannya kalau makan durian, nggak makan isinya, tapi makan kulitnya yg berduri itu

Ya tahu sendirilah bagaimana judgement kita kalau ada orang makan kulit, nggak makan isi... Kata edan itu udah paling sopan

Padalah trilogi aqidah-fiqih-tasawwuf (iman-islam-ihsan) itu sama sekali tidak bisa dipisah. Memisah salah satunya artinya ketimpangan agama

Agama ini cukup luas, melihatnya jangan seperti cara orang buta mengilustrasikan gajah. Harus benar2 lapang dada dan lapang otak..

Yg aku herankan dari mereka yg menyesatkan tasawwuf atau aqidah asy'ariyyah adalah satu hal saja.

Mereka tidak pernah bisa menjawab lugas kalau ditanya apa sih tasawwuf/aqidah asy'ariyyah itu? Hanya ndlongop seperti ikan mas koki

Bahkan mereka yg selalu berkoar ikut manhaj salaf atau apatah itu jika ditanya sebutkan 7 syarat manhaj salaf mereka pun gugup tidak tahu

Kalau persyaratan saja tidak tahu terus mengikut apanya? Sama saja dengan taqlid buta. Tak ada bedanya dg orang awam. Malah selamat awam

Luaskan cakrawala berpikir kita soal agama, maka kita akan bisa bernafas lega melihat segala jenis perbedaan baik dlm ideologi dan kehidupan

Yang pasti, dalam menanggapi perbedaan itu jangan marah2, jangan emosi dulu, masa' lupa dg hadits Nabi "Laa Taghdhob"? Jangan marah?

Maka memandang syariah ini jangan cuma dari satu dua dalil dan dalilnya itu2 saja sampai bosan, di kemanakan ribuan dalil yg lain?

Belum lagi kaidah palsu dan karangan tapi cukup menghancurkan persatuan, "ini tidak pernah dilakukan Nabi". Dalil2an yg sangat menyesatkan.

Problem laten yg dialami mereka sebenarnya ada pada hati, yaitu merasa paling baik dan paling benar.

Padahal perasaan ini (yg kerap tidak mereka sadari itu) adalah penyebab utama ditendangnya Iblis dari surga.

Jadi mereka tidak sadar jika dalam hati mereka tumbuh penyakit hati terfatal, anawiyyah dan tak sadar jika mereka mengekor jejak Iblis

Sementara obat menghilangkan penyakit anawiyyah itu hanya satu, sayang mereka tidak mau... Yaitu belajar tasawwuf.

Ingat.. Selama seseorang merasa baik (dalam hal apapun, apalagi agama), artinya dia tidak akan pernah sampai pada tujuan.

Atau sampai tapi dalam keadaan babak belur luluh lantak itupun setelah hancur2an. Sebab orang yg merasa baik hakikatnya terjebak kebodohan

Selamat malam, moga jadi renungan... Bersama saling mengingatkan untuk menjadi muslim yg baik.. Bukan menjadi muslim yg merasa baik

Sumber chirp di sini

Husnuddzon Dalam Interaksi Sosial

Kunci untuk interaksi sosial dg orang lain adalah husnuddzon dan perasaan tidak merasa lebih baik dari orang lain itu...

Dalam bersikap kepada sesama saudara muslim yg lain, berbaiksangka adalah segalanya, bahkan dalam keadaan dia melakukan dosa sekalipun.

Maka jangan langsung menyalahkan, siapa tahu dia khilaf, siapa tahu dia tidak mengerti, siapa tahu dia beranggapan berbeda... Dst

Karena jika seseorang begitu cepat menyalahkan yg lain, apalagi mencibir, mengoloknya, dia tidak akan mati sampai melakukan hal yg sama

Hal ini pernah dicontohkan Nabi saat ada orang jelas2 mengaku berzina, saat seperti itu Nabi masih berhusnuddzon; siapa tahu kamu mabok..

Lagi pula jika ada sesama muslim melakukan dosa, tugas kita adalah mengingatkannya dg baik2 (ingat, baik2). Bukan mengoloknya!

Masih banyak tatacara bersikap yg ternyata paling sederhana seperti ini pun kita banyak tidak tahu.. Akibat terpisahnya ummat dari Ihsan

Pahami baik2, tak ada ceritanya Nabi pernah mengolok atau mencibir orang yg berbuat dosa. Bahkan yg kafir pun didoakan baik oleh Nabi...

Kalau tidak mencontoh Nabi lantas kita ini mau mencontoh siapa? Jadilah muslim yg santun, low profile, keep smile.. Itu muslim sejati