Tampilkan postingan dengan label kisah - hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah - hikmah. Tampilkan semua postingan

17 Sep 2014

Hadist Jibril (Empat Pilar Agama)

Suatu hari seseorang yg terlihat sangat bersih sekali penampilannya, datang kepada Nabi, tak satupun sahabat Nabi di situ yg mengenalnya

Dia datang begitu saja ke majlis dan langsung duduk tepat di hadapan Nabi

Orang itu lantas membuka percakapan dan bertanya beberapa hal pada Nabi. Pertanyaan pertama, "Jelaskan kepadaku apa itu Islam."

Oleh Nabi dijawab bahwa Islam itu kamu menyatakan dua kalimat syahadat, shalat 5 waktu, puasa ramadhan, berzakat, dan haji jika mampu

Orang asing tadi bertanya lagi kepada Nabi, "Jelaskan kepadaku apa itu Iman."

Nabi menjelaskan bahwa Iman adalah percaya keberadaan Allah, keberadaan para Malaikat, percaya kepada Kitab2 Suci-Nya, para Nabinya

Percaya akan kedatangan hari terakhir, juga percaya akan takdir baik ataupun takdir buruk."

Puas dengan jawaban Nabi soal Islam dan Iman, orang tadi meminta penjelasan kepada beliau tentang apa itu Ihsan.

Nabi menjelaskan bahwa Ihsan itu seseorang menyembah Allah seolah dia melihat-Nya, melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya

Tapi berhubung dia tidak bisa melihat-Nya, maka yakinkan diri bahwa Allah Melihatnya, sehingga tetap melakukan segala dg sebaik-baiknya

Orang asing tadi lalu melempar pertanyaan agak rumit, dia bertanya, kapan tepatnya datangnya hari akhir yang dimaksud pada Iman tadi

Nabi menjawab dengan cukup diplomatis, bahwa yang ditanya dan yang bertanya sama-sama tidak tahu kapan pastinya kiamat tiba

Pada akhir diskusi, orang asing tadi sempat bertanya-tanya kepada Nabi tentang tanda-tanda umum datangnya kiamat dan dijawab oleh beliau

Keesokan harinya, Nabi bertanya kepada para sahabatnya, "Kalian tahu tidak, siapa orang asing yg datang kepadaku kemarin?"

Tak satupun sahabat beliau yg tahu. Oleh Nabi diberitahukan bahwa yg datang itu Jibril, untuk mengajarkan AGAMA kalian...

Rentetan kultwit di atas cukup terkenal dengan istilah Hadits Jibril, terdapat dalam Ensiklopedi Hadits Shahih Muslim

Dari hadits di atas sangat bisa dipahami bahwa Agama yang dibawa Nabi dan diajarkan pada kita sangat mencakup semua sisi kehidupan

Artinya, agama ini terdiri dari 4 rangkaian sangat penting; Islam, Iman, Ihsan dan pemahaman akan tanda-tanda spesifik datangnya kiamat

Pada perkembangan ilmiah selanjutnya, pembahasan soal "Islam" secara khusus dibahas panjang lebar dan detail dalam ilmu Fiqih

Sedangkan "Iman" dibahas dengan luas sekali di kategori ilmu Tauhid dan Aqidah

Adapun tanda kiamat banyak dibahas di ilmu-ilmu yang berhubungan dengan sejarah dan fenomena alam serta kehidupan

Sedangkan Ihsan, salah satu pokok penting agama dibahas secara luas sekali di ilmu Akhlaq dan Tasawwuf

Selama ini, banyak sekali kita menemukan orang mengalami kesalahan dalam memahami tasawwuf, sering mereka mengiranya sebagai ilmu sesat

Tentu saja itu terjadi sebab salah informasi dan salah opini. Padahal Tasawwuf adalah bagian dari Ihsan.

Maknanya, Tasawwuf adalah ilmu yang berbicara tentang bagaimana cara membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah dengan baik

Tasawwuf juga adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana tatacara berinteraksi sosial yg baik antar sesama makhluk ciptaan Allah

Tasawwuf tak lebih daripada itu. Maka orang yang keburu menjudge tasawwuf itu sesat, adalah orang yg belum mengerti substansi tasawwuf

Bahayanya, saat seseorang mencegah orang lain untuk mempelajari tasawwuf, artinya dia mencegah orang mempelajari kesempurnaan agamanya!

Sebab secara tanpa sadar dia mencegah orang lain untuk belajar moral, mendekat diri pada Allah.. menghalanginya dari Ihsan.

Otomatis jika seseorang tidak bisa Ihsan, tidak tahu apa itu Ihsan yg dipelajari detail di Tasawwuf, dia belum mengerti agamanya sendiri

Karena jika hanya berislam dan beriman saja, tanpa berihsan, seseorang tidak akan pernah sampai pada kesempurnaan dalam beragama
Akhir kultwit, ambillah agama ini dari ahlinya, bukan asal ambil dari informasi salah yang tidak jelas sumber dan jluntrungnya...

28 Des 2013

Kisah Bilal Bin Rabah Sang Pengumandang Adzan Khusus Rasulullah

Cukup banyak kisah kesetiaan persahabatan yg kita baca dan kita dengar. Hampir semuanya selalu mengharukan dan membuat dada sesak

Kisah2 ini pun banyak juga dari para sahabat Nabi, bagaimana kesetiaan mereka pada Nabi dan bagaimana nostalgia mereka sepeninggal Nabi.

Salah satunya adalah kisah Bilal bin Rabah, salah satu tokoh dan pembesar sahabat yg semasa Nabi berposisi sbagai mu-addzin khusus beliau

Semasa Nabi hidup, dan sejak disyariatkannya Adzan sebagai tanda masuknya waktu Shalat, Bilal menjabat posisi tetap itu, adzan 5 waktu.

Dan itu berlangsung sampai Nabi kembali ke hadirat Allah. Setelah itu Bilal tidak mau lagi mengumandangkan Adzan, sebab pasti bersedih.

Posisinya pun diganti orang lain. Itupun setiap adzan Bilal selalu mengenang wajah sosok yg telah mengangkat martabatnya begitu tinggi

Pernah khalifah Abu Bakr memintanya untuk mengumandangkan adzan kembali. Akan tetapi Bilal menolak. Abu Bakr pun sempat mendesaknya.

Bilal pun bertanya kepada Abu Bakr perihal peristiwa pedih kala kaum muslim masih hidup tertindas di Mekkah di awal2 masa risalah.

Kala Bilal mengalami deraan siksaan hebat dari majikannya sebab dia memeluk Islam. Dan Abu Bakr yg membebaskannya dg menebus Bilal

Saat itu juga Bilal tak lagi berstatus sebagai hamba sahaya karena Abu Bakr menebus dan memberinya hak manusia merdeka karena Allah.

Ketika didesak untuk adzan lagi, Bilal bertanya pada Abu Bakr apa motif dia saat menebusnya dulu? Karena Allah apa karena untuk Abu Bakr

Abu Bakr pun menjawab bahwa dia dulu menebusnya karena Allah. Bilal pun bilang, kalau begitu biarkan aku dg keinginanku, tidak adzan lgi

Abu Bakr pun membiarkannya dan tak lagi mendesaknya. Sampai beliau wafat dan khalifah digantikan oleh Umar bin Khattab.

Saat kepemimpinan Umar ini, Bilal memutuskan untuk ikut pasukan muslimin yg sedang melakukan ekspansi ke wilayah2 Romawi dan Persia

Dan Bilal memutuskan untuk menetap di salah satu kota yg berhasil dimerdekakan tentara muslim dari cengkeraman Romawi, Aleppo.

Bertahun-tahun Bilal di kota itu dengan tujuan menghabiskan masa tua & sisa hidupnya. Sampai suatu hari dia bermimpi jumpa sahabat lama

Telah lama sekali jg Bilal tak memimpikan Sang Sahabat yg total mengubah seluruh hidupnya dan menjadikannya begitu berarti. Rasulullah.

Namun dalam mimpi itu, sang sahabat menegurnya, "maa hadza-l jafa' Ya Bilal", mengapa kamu tidak mengunjungiku?

Seketika Bilal terperanjat bangun. Ya, cukup lama sudah dia meninggalkan Madinah, kerinduan pada Nabi mendadak begitu membuncah kali ini

Bilal pun mempersiapkan segalanya untuk melakukan perjalanan ke Madinah, mengunjungi sang sahabat, berziarah pada Nabi.

Sesampai Madinah, Bilal segera bergegas ke masjid dan menuju makam sang sahabat, bersimpuh dan menangis tersedu sedan. Meruahkan rindu

Saat itu, Bilal dihampiri oleh dua anak yg telah beranjak remaja, cucunda Nabi, Hasan dan Husain, Bilal pun menangis memeluk keduanya.

Salah satu dari cucunda Nabi berkata pada Bilal, "pamanda, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan? Kami rindu pada kakek kami".

Bilal terdiam, saat itu Khalifah Umar bertepatan sedang di masjid dan melihat adegan itu. Umar pun memohon Bilal untuk adzan.

Dengan berat hati Bilal bersedia, sebab dia tahu bahwa dia pasti akan bersedih luar biasa jika mengumandangkan adzan kembali.

Namun karena permintaan cucunda Nabi dan permohonan Umar akhirnya Bilal bersedia untuk mengumandangkan adzan, sekali itu saja.

Bilal pun naik menara, dan saat dia berteriak "Allahu Akbar, Allahu Akbar", mendadak seluruh aktivitas kota Madinah terhenti, semua diam

Seluruhnya tercekat, hari2 indah semasa Nabi yg telah lama berlalu seolah hari itu kembali lagi,seisi kota terdiam bernostalgia, deja vu

Saat Bilal mengumandangkan "Asyhadu an laa ilaha ilallah", seisi kota berhamburan berlarian ke arah masjid, bahkan wanita2 dlm pingitan

Seluruhnya berkumpul di halaman masjid, seolah Nabi hidup kembali, rasa rindu pada Sang Junjungan membuncah luar biasa dalam dada mereka

Dan kala Bilal mengumandangkan "Asyhadu anna Muhammadan Rasulallah", seketika tangisan pecah, seluruhnya luruh dalam air mata.

Semuanya menangis tersedu sedan teringat Nabi, bahkan Umar yg paling keras. Bilal sendiri jatuh terduduk menangis sesenggukan.

Dan adzan itu, adzan nostalgia yg dikumandangkan Bilal itu, tidak pernah rampung, Bilal tak sanggup meneruskan Adzan nostalgia itu.

Sejarah mencatat, adzan nostalgia yang tidak selesai itu, adalah adzan terakhir yg dikumandangkan Bilal. Stelah itu dia tidak adzan lagi

Suatu gambaran cinta yang luar biasa. Tak diketemukan dalam sejarah apapun kekuatan cinta antara Rasulullah dan sahabat2nya.

Ya Allah... Tumbuhkan dalam hati kami rasa cinta yang luar biasa itu kepada Sang Junjungan yg kami sayangi...

Allahumma amboi indahnya... Allahumma amboi syahdunya... Allahumma amboi rindunya... Shallallah alaika Ya Sayyidi Ya Rasulallah :'(

Mengenang Syaikh Dhiya Assabuni

Sejenak aku ingin bernostalgia, mengenang tahun2 awal masa belajarku di Makkah (2004-2007).

Fokus utama pendidikan kami di tiga tahun pertama itu adalah lebih kepada pendalaman ilmu tatabahasa Arab.

Mulai Nahwu tingkat lanjutan (pasca Syarh Ibn Aqil), Balaghoh, & tentu saja Adab (sastra Arab). Mulai dr era Arab jahiliyyah smpai modern

Saat mempelajari sastra Arab, sangat banyak sekali pengetahuan yg aku dapatkan, terutama sejarah sastra Arab itu sendiri.

Bagaimana indahnya puisi2 Arab kuno (khususnya Mu'allaqot Asyaroh), kekuatan bahasa, dan kekuatan karakter puisi itu sendiri.

Yg sangat aku kenang, dan tak akan aku lupakan sekaligus aku banggakan, mentor sastraku di Makkah adalah penyair kaliber dunia.

Syaikh Dhiya-uddin Al-Sabouni, kakak kandung Ahli Tafsir Qur'an nomer satu dunia saat ini, Syaikh Muhammad Ali Al-Sabouni.

Beliau, dengan usianya yg mendekati kepala 9, tetap energik dan semangat mengajar kami yg usianya jauh lebih muda, terpaut 70 tahun

Tak ada rasa bosan, dengan metode2 yg cukup mencengangkan bagi siapapun yg mempelajari sastra Arab yg punya tingkat kerumitan luar biasa

Yg selalu kuingat adl tiap masuk kelas beliau (dg suara tua yg bergetar) selalu berteriak: Qifa nabki min dzikro habibin wa manzili!

Dan kami sambung serentak... Bi siqthi-l liwa baina-d dakhuli wa haumali.. Setelah itu beliau mmberikan presentasi materi2nya dg elegan

Kehebatan syaikh Dhiya' adalah kepiawaian beliau memudahkan kaidah2 bahasa Arab yg rumit dg perumpamaan2 di sekitar kita.

Semisal I'rob, beliau mengarahkan kami untuk mengimajinasikannya dg gerobak. Atau Mabni dengan tembok kokoh yg tidak bergerak.

Sekitar 3 tahun kebersamaan kami dengan beliau meski kerap kali kami tercepuk-cepuk mengejar kesemangatan beliau.

Pernah kami bertanya perihal kesehatan dan ingatan beliau yg masih prima padahal usia menjelang 90.

Beliau hanya menjawab, hafidznaha fis sighor, hafidzatna fil kibar. Anggota tubuhku kujaga saat kecil, kini ia yg menjagaku saat aku tua

Lain dari itu, Syaikh Dhiya' bisa dikata sebagai sosok yg humoris. Saat kami mulai terlihat bosan, pasti beliau berkisah hal2 lucu..

Semisal kisah dokter yg mengoperasi pasiennya dan gunting operasinya tertinggal di perut pasien setelah bedahan dijahit.

Atau kisah2 lucu yg berhubung erat dg keunikan sastra Arab. Metode ampuh pengusir kepenatan kami dan kelelahan otak kami

Namun waktu terus berjalan. Syaikh Dhiya' semakin tua, fisiknya pun melemah meski tidak mengidap penyakit apapun.

Dan pihak Rusaifah melihat kondisi syaikh pun mengambil kebijakan untuk mengistirahatkan beliau. Sebab beliau telah dipapah saat brjalan

Meski seperti itu, beliau tetap semangat ingin mengajar kami, dan sesekali datang mengobati rindunya dg berkunjung ke asrama kami.

Setelah itu, tepatnya 3 tahun terakhir ini kami tak lagi melihat Syaikh Dhiya'. Beliau menghabiskan masa tuanya di kediamannya.

Meski seperti itu, karya2 terbaru beliau dalam sastra tetap bisa kami nikmati sebab beliau tidak berhenti menulis. Karyanya cukup banyak

Dan kemarin jumat, kami mendapat kabar mengejutkan, bahwa Syaikh Dhiya', mentor sastra kami, tutup usia setelah melewati hidup bahagia

Semalam aku,beserta rekan senior yg lain mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya di Ma'la, Makkah, dekat makam S. Khadijah

Selamat jalan syaikh Dhiya', akan kami kenang engkau seumur hidup kami, terima kasih atas segalanya. Rahimakallah Ya Syaikh.

Terima kasih atas cintamu pada kami, kesemangatanmu di usiamu yg begitu tua adalah inspirasi abadi bagi kami..

Tips hidup bahagia itu sederhana; jangan banyak mengeluh. Sebab semakin seseorang itu sering mengeluh, maka dia akan semakin sumpek & susah

Setiap waktu itu indah bagi seseorang yg mampu mengoptimalkan kebahagiaan yg tersimpan rapi di dalam dirinya

Allah Ta'ala tdk Melihat seberapa banyak ibadahmu, seberapa lama sholatmu, seberapa gosong jidatmu.. Tapi seberapa ikhlas dan bersih hatimu

Hal terindah dalam sujud adalah, kita berbisik kepada bumi namun terdengar oleh Yang di atas sana.

Saat kita menghadap Allah nanti, yg jadi penentuan adalah bukan sebarapa banyak perbuatan baik kita. Tapi seberapa beningnya hati kita

Jika kita sadar sepenuhnya bahwa hidup ini sudah ada Yang Mengatur, maka kita tidak akan pernah terlalu sedih, juga tidak terlalu gembira

26 Des 2013

Para Pejuang Agama Sesungguhnya Di Palestina

Jika mempelajari hadits2 perihal tanda zaman yg disampaikan oleh Nabi melalui isyarat2 dan simbol2, kita akan menemukan fakta2 menarik

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa salah satu dari empat pilar agama yg harus kita ketahui adalah ilmu2 tanda akhir zaman...

Jadi dalam beragama (ber-diin) yg baik adalah bukan sekedar tahu Islam, Iman. Tetapi juga Ihsan dan Ilmu tanda akhir zaman...

Yg aku katakan ini berdasar atas "Hadits Jibril" yg sangat terkenal itu dan sudah pernah aku kultwitkan » http://t.co/FJhtBKBMxD

Dalam berkembangan berikutnya, ilmu yg khusus mempelajari tanda2 masa ini dikenal dg istilah "fiqh tahawwulat"...

Seseorang yg mengetahui fiqh tahawwulat dg baik tahu apa yg harus dia lakukan dalam menghadapi zaman yg serba membingungkan ini...

Sekaligus dia tidak heran dg apa yg terjadi juga tahu apa yg harus dilakukan untuk menyelamatkan sekaligus menjalankan agamanya dg baik

Di antara tanda masa yg diisyaratkan Nabi adalah bahwa beliau mengatakan jika para pejuang agama yg sesungguhnya akan selalu ada

Para mujahid itu akan trs memperjuangkan tegaknya agama ini sesuai dg manhaj yg dibawa Nabi. Bukan manhaj2 klaim atau organisasi tertentu

Di sebagian riwayat yg shahih, di antara para Mujahid itu (dengan ideologi wasathi yg diajarkan Nabi itu) berkumpul di sekitar Palestina

Mereka akan terus berjuang dengan atau tanpa dukungan apapun, sampai janji2 Allah melalui Nabi-Nya akan terbukti suatu waktu nanti...

Bagi para saudara muslim yg begitu kompeten dengan nasib Palestina (dan Al-Aqsha), pernah kalian memperhatikan ideologi orang Palestina?

Jika ingin tahu bagaimana manhaj turun temurun dari era Nabi sampai sekarang,coba ketahui seperti apa ideologi dan Islam orang Palestina

Terlebih mereka yg tinggal di Jalur Gaza... Pejuang yg tak jemu2 terus berjuang demi kembalinya al-Quds walau media tak berpihak...

Catat baik2, di lapangan kalian tak akan menemukan orang berhaluan Syiah atau Salafi/Wahabi di kalangan pejuang Palestina

Para pejuang Palestina itu para Sunni asli yang tidak membutuhkan dukungan yg hanya berupa kata2 dan propaganda saja

Mereka juga bukan orang2 yg kerap berteriak2 membawa ideologi atau agama untuk kepentingan sesaat saja.

Fokus mereka adalah kembalinya al-Quds dan Al-Aqsha ke pangkuan kaum muslimin seluruhnya tanpa ada kepentingan2 apapun...

Coba perhatikan, apa ada dari golongan2 yg aku sebut tadi memberikan perhatian khusus atau mengarahkan simpatisannya untuk...

 ...memikirkan nasib Palestina? Kecuali hanya basa-basi saja dan mengganggapkan bukan permasalahan bersama (qodhiyyah kubro) lil muslimin

Walau sejatinya orang2 Palestina tidak membutuhkan semua itu dan mereka akan terus berjuang dengan kemandirian mereka... Tanpa lelah...

Suatu saat kita akan kembali meletakkan dahi kita untuk bersujud dengan tenang dan air mata berlinang di Masjid Al-Aqsha...

Mereka, orang2 Palestina itu, yg saat ini beritanya tenggelam, trs berjuang sekuat dan semampu mereka dg cinta yg membuncah pada Nabinya

Coba tanyakan pada orang Palestina khususnya yg tinggal di Gaza, bagi mereka motivasi perjuangan bersumber pada cinta kepada Nabi...

Cinta yg tak hanya sekedar ngaku2 melaksanakan sunnahnya saja. Tetapi juga cinta yg mendalam kepada pribadi Sang Junjungan

Cinta yg selalu gegap gempita dicurahkan terutama ketika bulan Maulid Nabi masuk. Itu fakta di Palestina...

Maka jika ingin tahu arti mujahid fi sabilillah yg sesuai dg apa yg dimaksud Nabi, maka lihat dan pelajari ideologi orang Palestina...

Ideologi Ahlus Sunnah sesungguhnya yg bukan cuma dimanhaj2kan apalagi sampai digunakan untuk menyalahkan dan merasa diri paling benar...

Semoga mencerahkan dan semoga Allah selalu Memberikan anugerah dan pertolongan-Nya kepada para pejuang2 sejati kita di Palestina, amin

23 Des 2013

Kebaikan Fir'aun

Mungkin sebagian teman dan sesepuh agak gerah dg twit2ku beberapa waktu terakhir ini, kok terasa begitu keras. Tidak seperti biasa...

Ya, mohon dimaklumi saja sebab siapapun selama dia itu manusia maka pasti memiliki dua (atau beberapa) sisi. Meski tingkatannya berbeda2

Tidak ada ceritanya manusia itu seluruh sifatnya lembut. Tidak ada juga manusia yg seluruh sifatnya kasar/keras. Pasti ada keduanya...

Hanya saja di antara kedua sifat yg bertentangan itu, mana yg lebih dominan dalam pribadi tiap2 manusia.

Oke, sebelum aku masuk pada hal yg ingin aku bicarakan, sedikit aku akan bercerita. Baru saja aku baca hadits menarik di Syu'abul Iman

Kita tak usah membicarakan bagaimana status hadits yg akan aku sampaikan, itu persoalan teknis. Yg penting adl pelajaran besarnya...

Hadits unik ini diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, salah satu pionir dalam dunia ilmu hadits.

Setiap orang Islam pasti tahu siapa sosok antagonis yg tersebut abadi dalam al-Qur'an dg segala kesombongan & kejumawaannya, Fir'aun...

Jika disebutkan kata Fir'aun, maka segera terlintas dalam benak kita segala predikat dan track record buruk. Ikon kejahatan dlm sejarah

Segala sepak terjang kesombongannya yg luar biasa terekam dlm al-Qur'an. Bagaimana jg cara Nabi Musa menghadapinya...

Hingga kematiannya yg tragis di telan oleh Laut Merah setelah laut itu terbelah oleh mukjizat pukulan tongkat Nabi Musa...


Hadits yg aku maksud tadi, berkenaan dg Fir'aun. Sebelum Nabi Musa diutus untuk menghadapi Fir'aun, beliau sempat bertanya kepada Allah

Bahwa kenapa Fir'aun dibiarkan hidup begitu lama dg sgala kesombongannya, perilakunya yg memperbudak bangsa Israel, bahkan mengaku Tuhan

Oleh Allah, Nabi Musa diberitahu, bahwa meski Fir'aun seperti itu, dia tetap mempunyai sisi yg lain, terutama kepada sesama bangsanya..

Bahwa Fir'aun, meski seperti itu, dia punya kebaikan perangai jika pada bangsanya dan tak mempersulit siapapun yg ingin menemuinya...

Maka oleh Allah, sisi kebaikan Fir'aun itu dibalas oleh-Nya dg usia panjang dan tak pernah mengalami sakit. Versi hadits itu, 400 tahun

Makanya oleh Allah, Nabi Musa & Harun diarahkan untuk bertutur kata yg baik meskipun tetap tajam, siapa tahu Fir'aun mau bertaubat

Fa qulaa lahu qoulan layyinan la'allahu yatadzakkaru aw yakhsya...Begitu di al-Qur'an, sebab Fir'aun jg tetap manusia yg punya sisi baik

Kayaknya yg mau aku kultwitkan perihal perbedaan ideologi nggak jadi deh... Besok aja Insya Allah... Sekarang intermezzo Fir'aun dulu...

Dan seperti yg terekam di al-Qur'an pula diceritakan bagaimana Fir'aun membesarkan Musa kecil dalam asuhannya dg penuh kasih sayang...

Meskipun kekejamannya pada rakyatnya (khususnya yg non koptik) sangat luar biasa. Bahkan dg kearoganannya dia mengaku tuhan...

Pelajaran moral apa yg bisa kita ambil? Bahwa mungkin kita tidak suka seseorang akan kekerasannya. Namun bagaimanapun jangan tutup mata

Jika bisa jadi dia punya sisi kebaikan yg lain. Begitu pula dg seseorang yg dominan bersifat baik, pasti ada sisi jelek yg tdk kita suka

Maka semisal kita respek dg seseorang sebab dia selalu bertutur kata sejuk, lalu tiba2 dlm satu tempo dia berubah tegas dan tajam...

 ...yg bahkan membuat kita sendiri gerah atau bahkan tidak suka, maka kita tidak perlu heran dg perubahan2 sejenak itu, namanya manusia

Mungkin hanya para Nabi saja yg tidak punya sisi menyebalkan sebab mereka punya kemampuan super tinggi mengontrol perilakunya...

Khususnya Nabi yg sangat kita cinta, Rasulullah S.a.w. Itupun mereka yg kebaikannya tak terilustrasi itu saja masih banyak yg benci..

Apalagi kita yg tidak pernah stabil antara sifat baik dan sifat buruk kita. Alhasil dg pelajaran2 semisal Fir'aun ini kita bisa belajar

Bagaimana bersikap ke sesama manusia, khususnya ke sesama muslim. Sbb banyak sekali di antara kita yg kerap merasa paling benar...

Kita juga tak perlu heran saat lihat orang marah2 dlm mengingatkan orang lain. Saat sekolah saja jika kita salah menjawab, dimarahi guru

Apalagi ini kesalahan level akidah misalkan. Cuma memang caranya saja yg perlu dimanajemen dg baik...

Karena pada dasarnya, semelenceng apapun pemikiran dan ideologi, ia tetap bermula dari satu titik kebenaran, hanya salah penafsiran saja

Dan dalam cara mengingatkan, cara menjewer, keras lembutnya tergantung level kesalahan. Hal yg sangat maklum sekali dlm dunia pendidikan

Bukan lantas misalkan perintah Allah pada Nabi Musa untuk menasihati dg lembut itu sebagai bentuk toleransi. Tak ada yg memaknai gt...

Karena toleransi itu hal, dan mengingatkan, menasihati juga hal yg lain. Tempatkanlah segala sesuatu pada tempatnya masing2...

Sebab seseorang (apalagi jika dia muslim) yg tidak pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya, artinya dia belum bijak dan jg belum adil

Dan kata lain belum bisa adil artinya seseorang itu masih pada wilayah dzalim... Perlu segera mengkoreksi diri untuk beranjak dari situ

Semoga mencerahkan dan semoga kita bisa terus menaikkan kualitas kepribadian kita dg belajar bersikap sesuai keharusan masing2